Rabu, 24 Januari 2018

Wow, Lombok Sumbawa Great Sale 2018 Tawarkan Diskon Up to 65 Kepada Wisatawan

Lombok Sumbawa Great Sale 2018
Add caption
PesonaLombokSumbawa.travel, Mataram – Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (DIspar NTB) mengawali tahun 2018 dengan program diskon besar-besaran bagi masyarakat NTB maupun wisatawan domestik dan mancanegara. Diskon besar-besaran ini merupakan bagian dari program Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) 2018.

Sabtu (20/01) bertempat di pusat perbelanjaan di Kota Mataram, Transmart, Dispar NTB melakukan peluncuran program LSGS 2018. LSGS 2018 sendiri merupakan salah satu program Dispat NTB yang dilaksanakan untuk mengapresiasi para wisatawan yang kerap berkunjung ke Nusa Tenggara Barat. Melalui program LSGS ini, nantinya para wisatawan akan diberikan kemudahan berupa potongan harga hingga 65% yang telah disediakan oleh airlines, toko oleh-oleh, pusat perbelanjaan, hotel, tour travel dan industry lainnya yang terlibat.

Kepala Dinas Pariwsata (Kadispar) NTB, Bapak Lalu Moh. Faozal dalam sambutannya menyatakan bahwa Event Lombok Sumbawa Great Sale 2018 ini merupakan salah satu bentuk dari keseriusan Pemerintah dalam mengembangkan pariwisata. Ini juga merupakan bentuk apresiasi dari para pelaku pariwisata NTB kepada para wisatawan yang telah berkunjung ke NTB dan untuk mendongkrak angka kunjungan wisatawan di awal tahun.

Belajar dari pelaksanaan LSGS tahun 2017, dalam pelaksanaan Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) tahun ini Dispar NTB berusaha untuk lebih meningkatkan sosialisasi pada masyarakat agar program ini mampu terlaksana sesuai dengan apa yang diharapkan. Selain itu, dalam LSGS tahun ini pun Dispar NTB berusaha memperbanyak pihak-pihak yang terlibat terutama industry-industri yang bersentuhan secara langsung dengan pariwisata.

Dalam peluncuran program yang berlangsung pada malam hari itu, Bapak Lalu Moh. Faozal juga memperkenalkan website resmi dari pelaksanaan LSGS 2018, di mana pada tahun sebelumnya program LSGS belum sebaik tahun ini dalam persiapannya dan diharapkan persiapan tahun ini mampu membuat LSGS 2018 lebih baik dari tahun sebelumnya serta mampu berkelanjutan untuk tahun selanjutnya.

Seluruh informasi terkait merchant yang terlibat serta jumlah diskon yang ditawarkan dapat dilihat pada website resmi LSGS 2018 yaitu www.lomboksumbawagreatsale.com. Berbagai jenis industry yang terlibat telah menyediakan penawaran yang menarik bagi para wisatawan.

Courtesy of : Dinas Pariwisata NTB

Minggu, 04 Desember 2016

Tuan, Janganlah Heran


Tuan
Janganlah heran
Jika umat ini mencintai al-Qur'an lebih daripada mencintai hidupnya sendiri,
Sebab Kami hina, dan hidup gelap gulita kalau bukan karena Al-Qur'an

Jangan pula heran
Mengapa bangsa ini mencintai Qur'an
Sebab Qur'an lah yang mengajari kami akan harkat dan martabat kami sebagai manusia
Quran pula yang mengajari kami untuk mencintai perdamaian dan mencintai kemerdekaan lebih dari apapun

Tuan
Jika bukan karena rakyat yang hatinya bersemayam Al-Qur'an,
Maka, niscaya masih ada warna biru di bendera negara ini...

Ketika bimbingan hidup kami dihinakan,
dilecehkan,
dipermainkan,
pantaskah kami berpangku tangan?

Ketika penerang hidup kami diperolokkan,
dijadikan cibiran,
disamakan dengan roman picisan,
masih pantaskah kami disebut orang beriman?

Saudaraku seiman
Jika kau tidak setuju dengan langkah kami,
doakanlah....
Karena Allah maha mengetahui apa yang kami lakukan

Jika kau tidak bisa membantu kami
Peluk erat kami
Agar tetap terjalin persaudaraan...



Sumber : Dede Ariez Setiawan

Kami Adalah Bagian Dari Sejarah

Istighosah terbesar sepanjang sejarah, aku pasti akan sangat menyesal kalau tidak menjadi bagian didalamnya.

Jam 2 malam kami datang, tapi tak ada lagi ruang bagi kami didalam Istiqlal. Tak selang beberapa lama kepala-kepala divisi perusahaanku dari berbagai cabang wilayah pun datang dan bergabung. Akhirnya kami hamparkan sajadah kami di trotoar pinggir jalan sembari memesan kopi menanti datangnya waktu shubuh. Jangan ditanya seperti apa kondisi masa saat itu, ratusan bis berdatangan satu persatu membawa mereka yg lelah dan letih akan nafsu dunia, terlihat dr wajah mereka semua, betapa tidak sabarnya mereka menanti pagi saat acara istighosah dimulai.

Dan akhirnya waktu shubuh pun tiba. Melihat tidak adanya muhallil bagi kami ke istiqlal, akhirnya kami memutuskan utk berjamaah shubuh sendiri ditepi jalan ini. Selesai sholat dan sedikit dzikir kami pun melanjutkan acara minum kopi. Tak lama ada seorang ibu berusia 50 tahunan yg menyebrang jalan dengan membawa tas yg terlihat berat. Aku bergegas menghampirinya dan merebut tas nya (beneran berat bro buat ukuran si ibu). Sampai dipinggir si ibu bilang kalo dia dari kediri sendirian naik kereta karna hatinya merasa sakit jika ia tidak hadir di acara ini.

Aksi Damai Bela Islam 212, Sumber : AA Gym Fanpage

Dia juga minta tolong buat bantu nyariin angkutan umum yg bisa mengantarnya ke Monas karena kaki dia sakit ga kuat jalan. Aku bantu carikan, pas kebeneran ada bajaj tapi si ibu ga langsung naik, malah mengepalkan tangan. Aku samperin dan tanyain "kenapa bu??"

Dia malah jawab dengan membuka kepalan tangan dan menunjukkan sedikit uang yg ada digenggaman tangannya sambil bilang "aku cuma ada segini nak.. mau nggak ya tukang bajajnya?.." 

Aku langsung meminta salah satu teman ku untuk mendekat, dan kubilang kepadanya "sodakoh.. kasih uangmu ke ibu ini". Aku sengaja ingin dia belajar bersodakoh dan mendapatkan rahmat kebaikan pagi ini.

Tak begitu lama tiba-tiba banyak sekali mobil-mobil berdatangan membawakan ransum dan membagikannya secara gratis. Allah. Akbar, indahnya! Aku serasa dimakkah saat musim haji dimana orang-orang berlomba-lomba untuk bersedekah dan berbagi kebaikan.  Aku berfikir negeri ini belum layak untuk hancur karna masih banyak orang yg mencintai Allah.



Lalu ada juga beberapa orang yg menghampiri ku entah dr mana mereka mengenaliku mereka hanya bilang "mas rian ya??" Lalu minta photo bareng. Agak aneh sih dengan bannernya yg menghujat Ahok (karna tujuan ku kesini bukan utk menghina dan mencaci siapapun.. aku hanya ingin beristighosah), tapi ya sudahlah toh bahasanya masih santun dan semua orang bebas berekspresi..

Setelah berbincang-bincang sebentar lalu mereka pun melanjutkan perjalanan mereka. Tak selang berapa lama tiba-tiba ada orang dengan baju agak lusuh berlari merebut tangan ku dan menciumnya seraya berucap "mas Rian doakan hidupku agar berkah"

Aku cium balik tangannya dan aku katakan kepadanya "jangan puja sampah ini layaknya permata, aku tidak lebih baik dari bapak, aku akan mendoakan untuk kebaikan bapak juga".

Setelah mengucapkan terimakasih dengan mata terlihat berkaca2 dia pun pergi. Waktu menunjukan pukul setengah 6 pagi dan kami masih menunggu datangnya rombongan perwakilan dari Kudus dan dari Pondok Pesantren Al Anwar (Gus Najih mengirimkan 1 bis perwakilan santri pondok sarang utk menghadiri acara istighosah ini). Tak lama akhirnya mereka datang, sambil menunggu mereka selesai sholat shubuh aku melihat belasan anak-anak kecil berkisar umur 7 tahun yg siap mengikuti acara. Aku tertegun melihat tulisan rompi mereka bertuliskan "Pondok Penghapal Al Qur'an". Ya Allah, hafidz-hafidz kecil ini tampak begitu bahagia bisa menghadiri acara istighosah akbar ini....

Setelah selesai menyiapkan bendera untuk pengatur formasi jalan bagi rombongan kami yang berkisar 120an orang kami pun melanjutkan langkah untuk menuju tempat utama. Sampai di Monas, ternyata umat muslim yg kumpul sudah benar-benar banyak luar biasa. Untuk memasuki gerbang Monas pun harus berhimpit-himpitan dan mengantri Takbir Tahmid Tahlil dan Sholawat dikumandangkan dimana-mana mengiris hati setiap umat yg mendengarnya.

Setelah bisa melewati gerbang kami melihat spot kosong utk kami berkumpul kami pun sarapan sembari berfikir utk menentukan disisi mana kita akan menggelar sajadah. Selesai sarapan kami pun melanjutkan perjalanan berusaha mencari celah bagi kami ditengah-tengah himpitan banyak orang sambil sesekali dijalan ada saja orang yg mengenaliku baik anak-anak Bis mania maupun mereka yg mengenaliku karna status nakal ku yg sempat viral kemarin.

Akhirnya kami menemukan tempat yg baik dan masih agak kosong di ujung sisi timur Monas di area lapangan futsal. Setelah memasang bendera-bendera kami di gawang lapangan itu kami pun menggelar sajadah kami disana.

Tiba pukul 8 pagi dan waktu bagi acara dimulai. Mungkin aku ga bisa bercerita banyak tentang hal ini, karna jutaan orang ini hanya memenuhi angkasa dengan takbir-takbir mereka, dengan tahlil-tahlil mereka, dengan do'a-do'a mereka. Ya Allah, air mata ini tak henti-hentinya mengalir sepanjang acara. Aku pun melihat jerit tangis dimana-mana sebagai bukti bagiku betapa mereka sangat mencintai Allah, Rosulullah dan Al Qur'an.

Aku melihat langit yg tampak gelap tapi tak kunjung datang juga hujan. Hanya saja berulang kali gerimis datang dengan durasi sekitar 2 - 3 menit seakan-akan berusaha membuat tubuh kami merasa sejuk. Sepanjang sesi acara semua tampak begitu luarbiasa, aku sampe kehabisan kata-kata, ga bisa menggambarkan betapa indahnya jutaan umat muslim yg berkumpul disini, bershaf dengan rapih, mengikuti jalannya acara dengan khidmat.

Selang waktu yg semakin bergulir, setelah selesai ulama-ulama kami bertausiyah, waktu Jum'atan pun tiba. Banyak dari kami yg tidak lagi memiliki wudhu. Aku juga bingung gimana ini wudhunya, antrian dah ga bisa karena dimana-mana dipenuhi orang. Ditengah-tengah kebingungan ku, hujan pun mulai turun tapi hanya gerimis, ga bisa dipakai wudhu karna beberapa rukun wudhu harus membasuh anggota wudhu dan sebagian yg lain mengusap, sedangkan gerimis hanya bisa dipakai untuk mengusap. Belum selesai aku berfikir, tiba-tiba hujan semakin deras!!

Allah akbar.. besarnya hujan ini bahkan cukup untuk kami mandi junub dan juga wudhu. Banyak orang berteriak senang, tapi tidak ada satupun dari jutaan orang yg pergi melindungi diri dari derasnya hujan ini, mereka menggunakan hujan ini sebagai sarana mensucikan diri, mereka semua tetap tidak beranjak dan menganggap hujan ini sebagai rahmat dr Allah, jawaban dari do'a-do'a kami sepanjang pagi. 

Prosesi sholat Jum'at dibawah hujan yg agak mereda pun tampak berjalan dengan baik dan terlihat tidak ada satupun orang yg merasa terganggu. Setelah selesai sholat jum'at.. kami pun membubarkan diri. Jutaan umat muslim dari seluruh penjuru negeri membubarkan diri. Seperti apa prosesinya? pasti sangat sulit karna penuh sesak, belum lagi banyak orang yg mengenaliku dan meminta photo bersama. Alhamdulillah, semua berjalan dengan baik, semua berjalan dengan indah.

"Kami adalah bagian dr sejarah.. dimana suara jutaan takbir menembus langit.. dimana terjangan suara tahlil menghancurkan kerasnya hati.. dimana jerit tangis akan kecintaan kepada Allah membuka mata hati kami.."

Jakarta, 02 12 2016. Rian Mahendra