Rabu, 19 September 2018

#SekolahRelawan, Ajang Menimba Ilmu Menjadi Manusia yg Memanusiakan Orang Lain

Pemuda2 setempat yg bergabung dibawah GPA (Gabungan Pecinta Alam)

Entah sudah berapa daerah bencana di Indonesia kusambangi, baru Santong - Lombok Utara yang kutinggalkan dengan berlinang air mata. Aku bukan model manusia yg suka ber-akrab ria ngobrol secara pribadi, karena aku ini aslinya sangat emosional. Gampang meledak tapi juga gampang terenyuh. Aku cenderung jaga jarak, supaya otak dan hati tetap netral dalam berkegiatan.

Relawan-relawan yg bergabung di Posko Sekolah Relawan datang dari berbagai daerah dan negara secara pribadi maupun sebagai anggota organisasi-organisaso relawan, dan persamaannya cuma rata-rata koplak dan suka ngebully nenek-nenek. Anak-anak muda GPA (Gabungan Pecinta Alam) Santong yg gak ada capeknya itu cuma bertukar senyum saat kami papasan atau ngobrol serius urusan kegiatan. Penduduk sekitar Basecamp Sekolah Relawan di Santong juga cuma nyapa "Bundaaaa ...." pas aku lewat. Kami bahkan mungkin tidak saling tahu nama masing-masing. Semua terasa mengalir biasa saja, seperti di daerah-daerah bencana lainnya.

Relawan yg tersisa dihari kepulanganku

Tapi saat pamit hari Selasa lalu setengah mati aku menahan tangis, apalagi saat Inak Rus & ibunya Papuk Imo memelukku erat dengan terisak-isak. Yang paling berat saat pisah di airport dgn Chef Van Gooy, padahal kami baru ketemu di bencana Gempa Lombok saja, dan semua ini membuka mataku tentang makna dari nama "SEKOLAH RELAWAN" (SR).

SR bukan institusi edukasi formal, tidak ada kelas apalagi sertifikat. Tapi pola relawanan yg diterapkan sehari-hari memungkinkan siapa saja yg berkegiatan bareng SR bisa belajar jadi relawan yg sesungguhnya, asal punya niat berbagi, dan cukup peka untuk menggunakan otak & hati. SR membuat kita belajar menjadi manusia yg tahu memanusiakan orang lain, dalam kehidupan yg kita jalani sehari-hari.

6 minggu bergabung dgn Posko SR di "Gempa Lombok", saya (Dik Yusi Laman - Bali) - yg praktis berlabel Relawan Senior - belajar banyak. SR mengarahkan dan mencontohkan pada semua relawan yg bergabung bahwa relawanan bukan soal gagah-gagahan mengibarkan bendera organisasi, seperti binatang menandai daerah kekuasaannya. Relawanan bukan ajang sok-sokan siapa lebih pengalaman di lapangan, apalagi gegayaan merasa posisi & tugasnya lebih penting dari orang lain - termasuk dari sesama relawan. Dan terlebih lagi, relawanan bukan tentang merasa menjadi pahlawan bagi yg membutuhkan. Tidak ada sepotongpun ucapan maupun prilaku yg mencerminkan pemikiran politik masing-masing, karena egoisme dan kepicikan adalah hal yang sangat tidak patut dibawa-bawa dalam kegiatan kemanusiaan.






Relawan sepatutnya jadi sosok manusia yang keberadaannya menimbulkan rasa nyaman dan memberi manfaat pada orang2 sekelilingnya - dimanapun dan kapanpun!!

I have no enough words to express my gratitude in having such a big honor to work together with SR, dengan semua relawan yg bergabung di Posko Relawan Santong, KLU, dan juga dengan anak2 GPA. Kalian mungkin kalah umur dan pengalaman dibanding aku, tapi kalian sudah jadi contoh nyata, bahwa relawanan bisa dilakukan oleh siapa saja kapan saja dimana saja, tanpa perlu menunggu punya waktu luang apalagi nunggu punya duit lebih!!

THANK YOU & love you all, Guys 😘😘😘

Ditulis oleh : 
Dik Yusi Laman - Bali

Nuansa #NTBBangkit Akan Warnai Festival Pesona Senggigi 2018


JACKYSAN LOMBOK, Gerung – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Kebuadayaan dan Pariwisata setiap tahunnya selalu memiliki program andalan. Salah satu program pariwisata andalannya adalah Festival Senggigi. Festival Senggigi bukannya saja andalan dari Lombok Barat, melainkan telah menjadi kebanggaan, karena Festival ini merupakan salah satu tertua di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tahun ini, Festival Senggigi akan kembali diselenggarakan. Dengan nama Festival Pesona Senggigi, tema yang diangkat adalah Rowah Asuh Gumi. Tahun ini Festival Pesona Senggigi 2018 akan hadir dengan nuansa budaya khasnya dan akan ditambahkan dengan beragam rangkaian penyembuhan trauma sebagai salah satu komitmen mendukung #NTBBangkit.

Nuansa #NTBBangkit memang sengaja dijadikan suguhan dalam pelaksanaan Festival Tahunan yang berlangsung di Pantai Senggigi ini. Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat, ingin adanya suatu program yang mampu membantu masyarakat menghilangkan rasa trauma atas gempa yang terjadi selama ini.

“Program-program trauma healing masih dibutuhkan oleh masyarakat Lombok, itulah sebabnya Festival Pesona Senggigi juga akan menyuguhkan rangkaian kegiatan trauma healing disamping kegiatan kebudayaannya”, ungkap Kadisbudpar.

Festival Pesona Senggigi 2018 telah resmi dibuka setelah ditutupnya kegiatan Sail Indonesia Moyo Tambora 2018 yang berlokasi di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Staf Khusus Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Bapak Buyung Lalana.

Sebelum membuka, Buyung juga turut mengapresiasi Pariwisata NTB yang memiliki beragam festival. Beliau mengakui bahwa ini merupakan langkah yang baik. Bahkan, Buyung juga turut meminta akan hadirnya rangkaian kegiatan baru yang mampu mendongkrak promosi potensi bawah laut yang ada di Lombok.

“Saya sangat senang dan mengapresiasi pariwisata NTB, karena begitu semangat melaksanakan festival pariwisata. Kalau boleh usul, coba buat kegaitan Lomba Foto Bawah laut, saya yakin ini sangat ampuh mempromosikan potensi bawah laut. Inilah yang terjadi pada Raja Ampat. Pesertanya pasti akan berskala internasional”, ungkap Buyung.

Festival Pesona Senggigi 2018 akan dilaksanakan pada 21-22 September 2018 di Pantai Senggigi dan Pasar Seni Senggigi. Festival Tari Daerah, Lomba Gendang Beleq, Bazaar, Trauma Healing dan Hiburan adalah rangkaian kegiatan yang akan disuguhkan dimulai dari pagi hari hingga malam hari selama Festival berlangsung.

Senin, 03 September 2018

Liburan Ke Sumbawa? Jangan Lewatkan Rangkaian Kegiatan Sail Indonesia Moyo Tambora 2018 ini

JACKYSAN LOMBOK - Pelaksanaan even kelas dunia Sail Indonesia Moyo Tambora 2018 yang pelaksanaannya dipusatkan di Perairan Pulau Sumbawa dalam hitungan hari akan segera berlangsung. Pemerintah Kabupaten Sumbawa serta Pemerintah Kabupaten/Kota lainnya di Pulau Sumbawa melalui Dinas Pariwisatanya telah menyusun beragam rangkaian kegiatan yang akan memeriahkan pelaksanaan even yang akan berlangsung pada tanggal 9 – 23 September ini.

Setidaknya terdapat 19 rangkaian kegiatan yang akan disuguhkan bagi para yachter-yachter dari sekitar 42 negara yang akan menurunkan jangkarnya di perairan Pulau Sumbawa. Dimulai dari pagelaran seni dan budaya, alam dan bahari, hingga kuliner akan menjadi suguhan menarik selama para yachter berada di Pulau Sumbawa.



Rangkaian awal kegiatan dimulai dari Kab. Bima. Karena Kab. Bima menjadi gerbang utama yang menyambut kedatangan para yachter ketika memasuki perairan Pulau Sumbawa setelah berlayar dari Labuan Bajo dan Pulau Komodo. Kegiatan penyambutanpun telah disiapkan, seperti penyambutan oleh Kesultanan Bima serta kegiatan Volcano Tour Gunung Tambora pada tanggal 7-8 September 2018.

Pada tanggal 9 September 2018, merupakan hari pemukulan gong pembukaan rangkaian kegiatan Sail Moyo Tambora. Opening Ceremony akan berlangsung dan dirangkaian dengan International Yacht Rally, Pertunjukan Seni dan Budaya, Maritime and Tourism Expo dan malam harinya dilanjutkan dengan Gala Dinner di halaman Kantor Bupati Kab. Sumbawa.

Pada hari selanjutnya para yachter akan disuguhkan kegiatan City Parade, Moyo Tambora Fun Run dengan titik finish di Pantai Saliper Ate dan International Culinary Program untuk memerkenalkan cita rasa kuliner Indonesia pada para yachter. Adapula kegiatan International Tenun Festival, Dialog Budaya dan juga Investment Forum untuk membuka peluang investasi di Kab. Sumbawa.

Asia-Pasific Global Network International Seminar, Barapan Kebo, Pacuan Kuda dan Pengecekan Kesehatan juga merupakan rangkaian kegiatan yang akan berlangsung di Kab. Sumbawa hinggal tanggal 17 September 2018, sebelum akhirnya para yachter melanjutkan mengarungi perairan menuju arah Gili Balu Kab. Sumbawa Barat dan kegiatan dialihkan ke Desa Mantar yaitu International Paragliding.

Dari perairan Pulau Sumbawa, selanjutnya para yachter akan melanjutkan perjalanan menuju Pulau Lombok, lebuh tepatnya di Medana Bay, Lombok Utara dan akan disuguhkan dengan kegiatan Gili Begawe. Medana Bay telah menjadi Stop Point bagi para yachter selama bertahun-tahun dalam setiap program Sail Indonesia. Pada tahun 2017 lalu, kegiatan penyambutan juga dilakukan di Medana Bay, dan para yachter sangat menikmati seluruh rangkaian kegiatan yang ada.

Seluruh rangkaian kegiatan Sail Moyo Tambora akan ditutup di Pulau Lombok. Setelah tiba di Medana Bay pada 20 September 2018, selanjutnya para yachter akan dihibur dengan alunan musik jazz di tepi pantai senggigi dalam kegiatan Senggigi Jazz Festival, lalu kemudian pada tanggal 23 September 2018 akan dilanjutkan dengan Farewell Party Sail Moyo Tambora bertempat di Dermaga Cruise, Gili Mas, Lembar. Kegiatan ini sekaligus menutup secara resmi seluruh rangkaian kegiatan Sail Moyo Tambora yang telah berlangsung sejak 9 September 2018 dan melepas perjalanan para Yachter menuju destinasi selanjutnya.

Melihat seluruh rangkaian yang telah disiapkanpun menarik perhatian Menteri Pariwisata (Menpar) Republik Indonesia, Bapat Arief Yahya. Menurut Menpar Arief Yahya, manajemen even pariwisata NTB sudah sangat bagus. Hal ini terlihat dari keberhasilan NTB menggelar Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018. Event tersebut merupakan event akbar. Karena dihadiri kurang lebih oleh 35 negara dengan lebih dari 5000 prajurit Angkatan Laut.

“Event MNEK 2018 belum lama ini berlangsung sukses. Karena hingga saat ini, kegiatan tersebut zero accident, serta zero complain, ini merupakan suatu prestasi tentunya,” ujar Menpar Arief Yahya.

Rabu, 24 Januari 2018

Wow, Lombok Sumbawa Great Sale 2018 Tawarkan Diskon Up to 65 Kepada Wisatawan

Lombok Sumbawa Great Sale 2018
Add caption
PesonaLombokSumbawa.travel, Mataram – Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (DIspar NTB) mengawali tahun 2018 dengan program diskon besar-besaran bagi masyarakat NTB maupun wisatawan domestik dan mancanegara. Diskon besar-besaran ini merupakan bagian dari program Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) 2018.

Sabtu (20/01) bertempat di pusat perbelanjaan di Kota Mataram, Transmart, Dispar NTB melakukan peluncuran program LSGS 2018. LSGS 2018 sendiri merupakan salah satu program Dispat NTB yang dilaksanakan untuk mengapresiasi para wisatawan yang kerap berkunjung ke Nusa Tenggara Barat. Melalui program LSGS ini, nantinya para wisatawan akan diberikan kemudahan berupa potongan harga hingga 65% yang telah disediakan oleh airlines, toko oleh-oleh, pusat perbelanjaan, hotel, tour travel dan industry lainnya yang terlibat.

Kepala Dinas Pariwsata (Kadispar) NTB, Bapak Lalu Moh. Faozal dalam sambutannya menyatakan bahwa Event Lombok Sumbawa Great Sale 2018 ini merupakan salah satu bentuk dari keseriusan Pemerintah dalam mengembangkan pariwisata. Ini juga merupakan bentuk apresiasi dari para pelaku pariwisata NTB kepada para wisatawan yang telah berkunjung ke NTB dan untuk mendongkrak angka kunjungan wisatawan di awal tahun.

Belajar dari pelaksanaan LSGS tahun 2017, dalam pelaksanaan Lombok Sumbawa Great Sale (LSGS) tahun ini Dispar NTB berusaha untuk lebih meningkatkan sosialisasi pada masyarakat agar program ini mampu terlaksana sesuai dengan apa yang diharapkan. Selain itu, dalam LSGS tahun ini pun Dispar NTB berusaha memperbanyak pihak-pihak yang terlibat terutama industry-industri yang bersentuhan secara langsung dengan pariwisata.

Dalam peluncuran program yang berlangsung pada malam hari itu, Bapak Lalu Moh. Faozal juga memperkenalkan website resmi dari pelaksanaan LSGS 2018, di mana pada tahun sebelumnya program LSGS belum sebaik tahun ini dalam persiapannya dan diharapkan persiapan tahun ini mampu membuat LSGS 2018 lebih baik dari tahun sebelumnya serta mampu berkelanjutan untuk tahun selanjutnya.

Seluruh informasi terkait merchant yang terlibat serta jumlah diskon yang ditawarkan dapat dilihat pada website resmi LSGS 2018 yaitu www.lomboksumbawagreatsale.com. Berbagai jenis industry yang terlibat telah menyediakan penawaran yang menarik bagi para wisatawan.

Courtesy of : Dinas Pariwisata NTB

Minggu, 04 Desember 2016

Tuan, Janganlah Heran


Tuan
Janganlah heran
Jika umat ini mencintai al-Qur'an lebih daripada mencintai hidupnya sendiri,
Sebab Kami hina, dan hidup gelap gulita kalau bukan karena Al-Qur'an

Jangan pula heran
Mengapa bangsa ini mencintai Qur'an
Sebab Qur'an lah yang mengajari kami akan harkat dan martabat kami sebagai manusia
Quran pula yang mengajari kami untuk mencintai perdamaian dan mencintai kemerdekaan lebih dari apapun

Tuan
Jika bukan karena rakyat yang hatinya bersemayam Al-Qur'an,
Maka, niscaya masih ada warna biru di bendera negara ini...

Ketika bimbingan hidup kami dihinakan,
dilecehkan,
dipermainkan,
pantaskah kami berpangku tangan?

Ketika penerang hidup kami diperolokkan,
dijadikan cibiran,
disamakan dengan roman picisan,
masih pantaskah kami disebut orang beriman?

Saudaraku seiman
Jika kau tidak setuju dengan langkah kami,
doakanlah....
Karena Allah maha mengetahui apa yang kami lakukan

Jika kau tidak bisa membantu kami
Peluk erat kami
Agar tetap terjalin persaudaraan...



Sumber : Dede Ariez Setiawan

Kami Adalah Bagian Dari Sejarah

Istighosah terbesar sepanjang sejarah, aku pasti akan sangat menyesal kalau tidak menjadi bagian didalamnya.

Jam 2 malam kami datang, tapi tak ada lagi ruang bagi kami didalam Istiqlal. Tak selang beberapa lama kepala-kepala divisi perusahaanku dari berbagai cabang wilayah pun datang dan bergabung. Akhirnya kami hamparkan sajadah kami di trotoar pinggir jalan sembari memesan kopi menanti datangnya waktu shubuh. Jangan ditanya seperti apa kondisi masa saat itu, ratusan bis berdatangan satu persatu membawa mereka yg lelah dan letih akan nafsu dunia, terlihat dr wajah mereka semua, betapa tidak sabarnya mereka menanti pagi saat acara istighosah dimulai.

Dan akhirnya waktu shubuh pun tiba. Melihat tidak adanya muhallil bagi kami ke istiqlal, akhirnya kami memutuskan utk berjamaah shubuh sendiri ditepi jalan ini. Selesai sholat dan sedikit dzikir kami pun melanjutkan acara minum kopi. Tak lama ada seorang ibu berusia 50 tahunan yg menyebrang jalan dengan membawa tas yg terlihat berat. Aku bergegas menghampirinya dan merebut tas nya (beneran berat bro buat ukuran si ibu). Sampai dipinggir si ibu bilang kalo dia dari kediri sendirian naik kereta karna hatinya merasa sakit jika ia tidak hadir di acara ini.

Aksi Damai Bela Islam 212, Sumber : AA Gym Fanpage

Dia juga minta tolong buat bantu nyariin angkutan umum yg bisa mengantarnya ke Monas karena kaki dia sakit ga kuat jalan. Aku bantu carikan, pas kebeneran ada bajaj tapi si ibu ga langsung naik, malah mengepalkan tangan. Aku samperin dan tanyain "kenapa bu??"

Dia malah jawab dengan membuka kepalan tangan dan menunjukkan sedikit uang yg ada digenggaman tangannya sambil bilang "aku cuma ada segini nak.. mau nggak ya tukang bajajnya?.." 

Aku langsung meminta salah satu teman ku untuk mendekat, dan kubilang kepadanya "sodakoh.. kasih uangmu ke ibu ini". Aku sengaja ingin dia belajar bersodakoh dan mendapatkan rahmat kebaikan pagi ini.

Tak begitu lama tiba-tiba banyak sekali mobil-mobil berdatangan membawakan ransum dan membagikannya secara gratis. Allah. Akbar, indahnya! Aku serasa dimakkah saat musim haji dimana orang-orang berlomba-lomba untuk bersedekah dan berbagi kebaikan.  Aku berfikir negeri ini belum layak untuk hancur karna masih banyak orang yg mencintai Allah.



Lalu ada juga beberapa orang yg menghampiri ku entah dr mana mereka mengenaliku mereka hanya bilang "mas rian ya??" Lalu minta photo bareng. Agak aneh sih dengan bannernya yg menghujat Ahok (karna tujuan ku kesini bukan utk menghina dan mencaci siapapun.. aku hanya ingin beristighosah), tapi ya sudahlah toh bahasanya masih santun dan semua orang bebas berekspresi..

Setelah berbincang-bincang sebentar lalu mereka pun melanjutkan perjalanan mereka. Tak selang berapa lama tiba-tiba ada orang dengan baju agak lusuh berlari merebut tangan ku dan menciumnya seraya berucap "mas Rian doakan hidupku agar berkah"

Aku cium balik tangannya dan aku katakan kepadanya "jangan puja sampah ini layaknya permata, aku tidak lebih baik dari bapak, aku akan mendoakan untuk kebaikan bapak juga".

Setelah mengucapkan terimakasih dengan mata terlihat berkaca2 dia pun pergi. Waktu menunjukan pukul setengah 6 pagi dan kami masih menunggu datangnya rombongan perwakilan dari Kudus dan dari Pondok Pesantren Al Anwar (Gus Najih mengirimkan 1 bis perwakilan santri pondok sarang utk menghadiri acara istighosah ini). Tak lama akhirnya mereka datang, sambil menunggu mereka selesai sholat shubuh aku melihat belasan anak-anak kecil berkisar umur 7 tahun yg siap mengikuti acara. Aku tertegun melihat tulisan rompi mereka bertuliskan "Pondok Penghapal Al Qur'an". Ya Allah, hafidz-hafidz kecil ini tampak begitu bahagia bisa menghadiri acara istighosah akbar ini....

Setelah selesai menyiapkan bendera untuk pengatur formasi jalan bagi rombongan kami yang berkisar 120an orang kami pun melanjutkan langkah untuk menuju tempat utama. Sampai di Monas, ternyata umat muslim yg kumpul sudah benar-benar banyak luar biasa. Untuk memasuki gerbang Monas pun harus berhimpit-himpitan dan mengantri Takbir Tahmid Tahlil dan Sholawat dikumandangkan dimana-mana mengiris hati setiap umat yg mendengarnya.

Setelah bisa melewati gerbang kami melihat spot kosong utk kami berkumpul kami pun sarapan sembari berfikir utk menentukan disisi mana kita akan menggelar sajadah. Selesai sarapan kami pun melanjutkan perjalanan berusaha mencari celah bagi kami ditengah-tengah himpitan banyak orang sambil sesekali dijalan ada saja orang yg mengenaliku baik anak-anak Bis mania maupun mereka yg mengenaliku karna status nakal ku yg sempat viral kemarin.

Akhirnya kami menemukan tempat yg baik dan masih agak kosong di ujung sisi timur Monas di area lapangan futsal. Setelah memasang bendera-bendera kami di gawang lapangan itu kami pun menggelar sajadah kami disana.

Tiba pukul 8 pagi dan waktu bagi acara dimulai. Mungkin aku ga bisa bercerita banyak tentang hal ini, karna jutaan orang ini hanya memenuhi angkasa dengan takbir-takbir mereka, dengan tahlil-tahlil mereka, dengan do'a-do'a mereka. Ya Allah, air mata ini tak henti-hentinya mengalir sepanjang acara. Aku pun melihat jerit tangis dimana-mana sebagai bukti bagiku betapa mereka sangat mencintai Allah, Rosulullah dan Al Qur'an.

Aku melihat langit yg tampak gelap tapi tak kunjung datang juga hujan. Hanya saja berulang kali gerimis datang dengan durasi sekitar 2 - 3 menit seakan-akan berusaha membuat tubuh kami merasa sejuk. Sepanjang sesi acara semua tampak begitu luarbiasa, aku sampe kehabisan kata-kata, ga bisa menggambarkan betapa indahnya jutaan umat muslim yg berkumpul disini, bershaf dengan rapih, mengikuti jalannya acara dengan khidmat.

Selang waktu yg semakin bergulir, setelah selesai ulama-ulama kami bertausiyah, waktu Jum'atan pun tiba. Banyak dari kami yg tidak lagi memiliki wudhu. Aku juga bingung gimana ini wudhunya, antrian dah ga bisa karena dimana-mana dipenuhi orang. Ditengah-tengah kebingungan ku, hujan pun mulai turun tapi hanya gerimis, ga bisa dipakai wudhu karna beberapa rukun wudhu harus membasuh anggota wudhu dan sebagian yg lain mengusap, sedangkan gerimis hanya bisa dipakai untuk mengusap. Belum selesai aku berfikir, tiba-tiba hujan semakin deras!!

Allah akbar.. besarnya hujan ini bahkan cukup untuk kami mandi junub dan juga wudhu. Banyak orang berteriak senang, tapi tidak ada satupun dari jutaan orang yg pergi melindungi diri dari derasnya hujan ini, mereka menggunakan hujan ini sebagai sarana mensucikan diri, mereka semua tetap tidak beranjak dan menganggap hujan ini sebagai rahmat dr Allah, jawaban dari do'a-do'a kami sepanjang pagi. 

Prosesi sholat Jum'at dibawah hujan yg agak mereda pun tampak berjalan dengan baik dan terlihat tidak ada satupun orang yg merasa terganggu. Setelah selesai sholat jum'at.. kami pun membubarkan diri. Jutaan umat muslim dari seluruh penjuru negeri membubarkan diri. Seperti apa prosesinya? pasti sangat sulit karna penuh sesak, belum lagi banyak orang yg mengenaliku dan meminta photo bersama. Alhamdulillah, semua berjalan dengan baik, semua berjalan dengan indah.

"Kami adalah bagian dr sejarah.. dimana suara jutaan takbir menembus langit.. dimana terjangan suara tahlil menghancurkan kerasnya hati.. dimana jerit tangis akan kecintaan kepada Allah membuka mata hati kami.."

Jakarta, 02 12 2016. Rian Mahendra